INFO RAMBIPUJI
Rabu, 05 Juni 2024
BERITA DUKA
Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun
Turut Berduka Cita atas Meninggalnya:
Nama : KH.MUHAMMAD HANIF ROJAQ
PENGASUH PONDOK PESANTREN NURUL ULUM AT - TAUHID
INSYA ALLAH dimakamkan jam 07:00 di PP. Nurul Ulum Kemuning Sari Lor Panti - Jember
Semoga Amal Ibadah Almarhum diterima oleh Allah S.W.T, diampuni segala kekhilafannya,serta keluarga yang ditinggalkannya senantiasa diberi kekuatan dan keikhlasan oleh Allah S.W.T. Amiin
Rabu, 29 Mei 2024
Pengajian umum AL ITHOBAH dusun Curah Banteng Kaliwining - Rambipuji - Jember
Hadirilah Pengajian Umum dalam Rangka Haflatul Imtihan ke - 42
MADRASAH AL - ITHOBAH
Dusun Curah Banteng Kaliwining - Rambipuji - Jember
Hari : Kamis malam Jumat
Tanggal : 30 Mei 2024
Jam : 19:30 (Ba'da Insya) sampai selesai
pembicara :1.Rkh.M.SYARIF THOYIB
:2.KH.M.KHOLIL YASIN
Tempat : MADRASAH AL - ITHOBAH
Desa Curah Banteng Kaliwining - Rambipuji
Oia ada jalan santainya berhadiah door prize sepeda motor listrik,tv lcd dan lain2...
Untuk pembelian kupon seharga Rp.3000 rupiah
Bisa menghubungi lutfi (081230288232)
Sugik (089695998121)
Siddiq (082334120669)
Kamis, 14 Februari 2013
KATAKAN TIDAK UNTUK VALENTINE
6 KERUSAKAN HARI VALENTINE
Cikal Bakal Hari Valentine
Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul Valentine’s Day. Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.
Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Book Encyclopedia 1998).
Kaitan Hari Kasih Sayang dengan Valentine
The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).
Versi lainnya menceritakan bahwa sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati sebagai pahlawan karena memperjuangkan kepercayaan), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”. (Sumber pembahasan di atas: http://id.wikipedia.org/ dan lain-lain)
Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan:
Selanjutnya kita akan melihat berbagai kerusakan yang ada di hari Valentine.
Kerusakan Pertama: Merayakan Valentine Berarti Meniru-niru Orang Kafir
Agama Islam telah melarang kita meniru-niru orang kafir (baca: tasyabbuh). Larangan ini terdapat dalam berbagai ayat, juga dapat ditemukan dalam beberapa sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan hal ini juga merupakan kesepakatan para ulama (baca: ijma’). Inilah yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab beliau Iqtidho’ Ash Shiroth Al Mustaqim (Ta’liq: Dr. Nashir bin ‘Abdil Karim Al ‘Aql, terbitan Wizarotusy Syu’un Al Islamiyah).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar kita menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Dalam hadits lain, Rasulullah menjelaskan secara umum supaya kita tidak meniru-niru orang kafir. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Kerusakan Kedua: Menghadiri Perayaan Orang Kafir Bukan Ciri Orang Beriman
Allah Ta’ala sendiri telah mencirikan sifat orang-orang beriman. Mereka adalah orang-orang yang tidak menghadiri ritual atau perayaan orang-orang musyrik dan ini berarti tidak boleh umat Islam merayakan perayaan agama lain semacam valentine. Semoga ayat berikut bisa menjadi renungan bagi kita semua.
Allah Ta’ala berfirman,
Ibnul Jauziy dalam Zaadul Masir mengatakan bahwa ada 8 pendapat mengenai makna kalimat “tidak menyaksikan perbuatan zur”, pendapat yang ada ini tidaklah saling bertentangan karena pendapat-pendapat tersebut hanya menyampaikan macam-macam perbuatan zur. Di antara pendapat yang ada mengatakan bahwa “tidak menyaksikan perbuatan zur” adalah tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Inilah yang dikatakan oleh Ar Robi’ bin Anas.
Jadi, ayat di atas adalah pujian untuk orang yang tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Jika tidak menghadiri perayaan tersebut adalah suatu hal yang terpuji, maka ini berarti melakukan perayaan tersebut adalah perbuatan yang sangat tercela dan termasuk ‘aib (Lihat Iqtidho’, 1/483). Jadi, merayakan Valentine’s Day bukanlah ciri orang beriman karena jelas-jelas hari tersebut bukanlah hari raya umat Islam.
Kerusakan Ketiga: Mengagungkan Sang Pejuang Cinta Akan Berkumpul Bersamanya di Hari Kiamat Nanti
Jika orang mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan mendapatkan keutamaan berikut ini.
Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
Orang tersebut menjawab,
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
Dalam riwayat lain di Shohih Bukhari, Anas mengatakan,
Anas pun mengatakan,
Bandingkan, bagaimana jika yang dicintai dan diagungkan adalah seorang tokoh Nashrani yang dianggap sebagai pembela dan pejuang cinta di saat raja melarang menikahkan para pemuda. Valentine-lah sebagai pahlawan dan pejuang ketika itu. Lihatlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas: “Kalau begitu engkau bersama dengan orang yang engkau cintai”. Jika Anda seorang muslim, manakah yang Anda pilih, dikumpulkan bersama orang-orang sholeh ataukah bersama tokoh Nashrani yang jelas-jelas kafir?
Siapa yang mau dikumpulkan di hari kiamat bersama dengan orang-orang kafir[?] Semoga menjadi bahan renungan bagi Anda, wahai para pengagum Valentine!
Kerusakan Keempat: Ucapan Selamat Berakibat Terjerumus Dalam Kesyirikan dan Maksiat
“Valentine” sebenarnya berasal dari bahasa Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. (Dari berbagai sumber)
Oleh karena itu disadari atau tidak, jika kita meminta orang menjadi “To be my valentine (Jadilah valentineku)”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala.
Kami pun telah kemukakan di awal bahwa hari valentine jelas-jelas adalah perayaan nashrani, bahkan semula adalah ritual paganisme. Oleh karena itu, mengucapkan selamat hari kasih sayang atau ucapan selamat dalam hari raya orang kafir lainnya adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah (1/441, Asy Syamilah). Beliau rahimahullah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal atau selamat hari valentine, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.”
Kerusakan Kelima: Hari Kasih Sayang Menjadi Hari Semangat Berzina
Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.
Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang. Na’udzu billah min dzalik.
Padahal mendekati zina saja haram, apalagi melakukannya. Allah Ta’ala berfirman,
Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang.
Kerusakan Keenam: Meniru Perbuatan Setan
Menjelang hari Valentine-lah berbagai ragam coklat, bunga, hadiah, kado dan souvenir laku keras. Berapa banyak duit yang dihambur-hamburkan ketika itu. Padahal sebenarnya harta tersebut masih bisa dibelanjakan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat atau malah bisa disedekahkan pada orang yang membutuhkan agar berbuah pahala. Namun, hawa nafsu berkehendak lain. Perbuatan setan lebih senang untuk diikuti daripada hal lainnya. Itulah pemborosan yang dilakukan ketika itu mungkin bisa bermilyar-milyar rupiah dihabiskan ketika itu oleh seluruh penduduk Indonesia, hanya demi merayakan hari Valentine. Tidakkah mereka memperhatikan firman Allah,
Penutup
Itulah sebagian kerusakan yang ada di hari valentine, mulai dari paganisme, kesyirikan, ritual Nashrani, perzinaan dan pemborosan. Sebenarnya, cinta dan kasih sayang yang diagung-agungkan di hari tersebut adalah sesuatu yang semu yang akan merusak akhlak dan norma-norma agama. Perlu diketahui pula bahwa Valentine’s Day bukan hanya diingkari oleh pemuka Islam melainkan juga oleh agama lainnya. Sebagaimana berita yang kami peroleh dari internet bahwa hari Valentine juga diingkari di India yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Alasannya, karena hari valentine dapat merusak tatanan nilai dan norma kehidupan bermasyarakat. Kami katakan: “Hanya orang yang tertutup hatinya dan mempertuhankan hawa nafsu saja yang enggan menerima kebenaran.”
Oleh karena itu, kami ingatkan agar kaum muslimin tidak ikut-ikutan merayakan hari Valentine, tidak boleh mengucapkan selamat hari Valentine, juga tidak boleh membantu menyemarakkan acara ini dengan jual beli, mengirim kartu, mencetak, dan mensponsori acara tersebut karena ini termasuk tolong menolong dalam dosa dan kemaksiatan. Ingatlah, Setiap orang haruslah takut pada kemurkaan Allah Ta’ala. Semoga tulisan ini dapat tersebar pada kaum muslimin yang lainnya yang belum mengetahui. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada kita semua.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shollallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Panggang, Gunung Kidul, 12 Shofar 1430 H
Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id
Cikal Bakal Hari Valentine
Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul Valentine’s Day. Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.
Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Book Encyclopedia 1998).
Kaitan Hari Kasih Sayang dengan Valentine
The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).
Versi lainnya menceritakan bahwa sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati sebagai pahlawan karena memperjuangkan kepercayaan), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”. (Sumber pembahasan di atas: http://id.wikipedia.org/ dan lain-lain)
Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan:
- Valentine’s Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan.
- Upacara Romawi Kuno di atas akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine.
- Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta.
- Pada perkembangannya di zaman modern saat ini, perayaan valentine disamarkan dengan dihiasi nama “hari kasih sayang”.
Selanjutnya kita akan melihat berbagai kerusakan yang ada di hari Valentine.
Kerusakan Pertama: Merayakan Valentine Berarti Meniru-niru Orang Kafir
Agama Islam telah melarang kita meniru-niru orang kafir (baca: tasyabbuh). Larangan ini terdapat dalam berbagai ayat, juga dapat ditemukan dalam beberapa sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan hal ini juga merupakan kesepakatan para ulama (baca: ijma’). Inilah yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab beliau Iqtidho’ Ash Shiroth Al Mustaqim (Ta’liq: Dr. Nashir bin ‘Abdil Karim Al ‘Aql, terbitan Wizarotusy Syu’un Al Islamiyah).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar kita menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى لاَ يَصْبُغُونَ ، فَخَالِفُوهُمْ
“Sesungguhnya orang Yahudi dan Nashrani tidak mau merubah uban, maka selisihlah mereka.”
(HR. Bukhari no. 3462 dan Muslim no. 2103) Hadits ini menunjukkan
kepada kita agar menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani secara umum dan
di antara bentuk menyelisihi mereka adalah dalam masalah uban. (Iqtidho’, 1/185)Dalam hadits lain, Rasulullah menjelaskan secara umum supaya kita tidak meniru-niru orang kafir. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’
[hal. 1/269] mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al
Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaiman dalam Irwa’ul Gholil
no. 1269). Telah jelas di muka bahwa hari Valentine adalah perayaan
paganisme, lalu diadopsi menjadi ritual agama Nashrani. Merayakannya
berarti telah meniru-niru mereka.Kerusakan Kedua: Menghadiri Perayaan Orang Kafir Bukan Ciri Orang Beriman
Allah Ta’ala sendiri telah mencirikan sifat orang-orang beriman. Mereka adalah orang-orang yang tidak menghadiri ritual atau perayaan orang-orang musyrik dan ini berarti tidak boleh umat Islam merayakan perayaan agama lain semacam valentine. Semoga ayat berikut bisa menjadi renungan bagi kita semua.
Allah Ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا
“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan perbuatan zur, dan
apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan
perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan
menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al Furqon [25]: 72)Ibnul Jauziy dalam Zaadul Masir mengatakan bahwa ada 8 pendapat mengenai makna kalimat “tidak menyaksikan perbuatan zur”, pendapat yang ada ini tidaklah saling bertentangan karena pendapat-pendapat tersebut hanya menyampaikan macam-macam perbuatan zur. Di antara pendapat yang ada mengatakan bahwa “tidak menyaksikan perbuatan zur” adalah tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Inilah yang dikatakan oleh Ar Robi’ bin Anas.
Jadi, ayat di atas adalah pujian untuk orang yang tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Jika tidak menghadiri perayaan tersebut adalah suatu hal yang terpuji, maka ini berarti melakukan perayaan tersebut adalah perbuatan yang sangat tercela dan termasuk ‘aib (Lihat Iqtidho’, 1/483). Jadi, merayakan Valentine’s Day bukanlah ciri orang beriman karena jelas-jelas hari tersebut bukanlah hari raya umat Islam.
Kerusakan Ketiga: Mengagungkan Sang Pejuang Cinta Akan Berkumpul Bersamanya di Hari Kiamat Nanti
Jika orang mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan mendapatkan keutamaan berikut ini.
Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَتَّى السَّاعَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ
“Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?”Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
مَا أَعْدَدْتَ لَهَا
“Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?”Orang tersebut menjawab,
مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَلاَةٍ وَلاَ صَوْمٍ وَلاَ صَدَقَةٍ ، وَلَكِنِّى أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
“Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan
banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku
persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya.”Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
“(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim)Dalam riwayat lain di Shohih Bukhari, Anas mengatakan,
فَمَا
فَرِحْنَا بِشَىْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – «
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ » . قَالَ أَنَسٌ فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ
– صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ
مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ
أَعْمَالِهِمْ
“Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira
kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Anta
ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).”Anas pun mengatakan,
فَأَنَا
أُحِبُّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ،
وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ
أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ
“Kalau begitu aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena
kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan
mereka.”Bandingkan, bagaimana jika yang dicintai dan diagungkan adalah seorang tokoh Nashrani yang dianggap sebagai pembela dan pejuang cinta di saat raja melarang menikahkan para pemuda. Valentine-lah sebagai pahlawan dan pejuang ketika itu. Lihatlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas: “Kalau begitu engkau bersama dengan orang yang engkau cintai”. Jika Anda seorang muslim, manakah yang Anda pilih, dikumpulkan bersama orang-orang sholeh ataukah bersama tokoh Nashrani yang jelas-jelas kafir?
Siapa yang mau dikumpulkan di hari kiamat bersama dengan orang-orang kafir[?] Semoga menjadi bahan renungan bagi Anda, wahai para pengagum Valentine!
Kerusakan Keempat: Ucapan Selamat Berakibat Terjerumus Dalam Kesyirikan dan Maksiat
“Valentine” sebenarnya berasal dari bahasa Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. (Dari berbagai sumber)
Oleh karena itu disadari atau tidak, jika kita meminta orang menjadi “To be my valentine (Jadilah valentineku)”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala.
Kami pun telah kemukakan di awal bahwa hari valentine jelas-jelas adalah perayaan nashrani, bahkan semula adalah ritual paganisme. Oleh karena itu, mengucapkan selamat hari kasih sayang atau ucapan selamat dalam hari raya orang kafir lainnya adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah (1/441, Asy Syamilah). Beliau rahimahullah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal atau selamat hari valentine, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.”
Kerusakan Kelima: Hari Kasih Sayang Menjadi Hari Semangat Berzina
Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.
Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang. Na’udzu billah min dzalik.
Padahal mendekati zina saja haram, apalagi melakukannya. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang.
Kerusakan Keenam: Meniru Perbuatan Setan
Menjelang hari Valentine-lah berbagai ragam coklat, bunga, hadiah, kado dan souvenir laku keras. Berapa banyak duit yang dihambur-hamburkan ketika itu. Padahal sebenarnya harta tersebut masih bisa dibelanjakan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat atau malah bisa disedekahkan pada orang yang membutuhkan agar berbuah pahala. Namun, hawa nafsu berkehendak lain. Perbuatan setan lebih senang untuk diikuti daripada hal lainnya. Itulah pemborosan yang dilakukan ketika itu mungkin bisa bermilyar-milyar rupiah dihabiskan ketika itu oleh seluruh penduduk Indonesia, hanya demi merayakan hari Valentine. Tidakkah mereka memperhatikan firman Allah,
وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27). Maksudnya adalah mereka menyerupai setan dalam hal ini. Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu pada jalan yang keliru.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim)Penutup
Itulah sebagian kerusakan yang ada di hari valentine, mulai dari paganisme, kesyirikan, ritual Nashrani, perzinaan dan pemborosan. Sebenarnya, cinta dan kasih sayang yang diagung-agungkan di hari tersebut adalah sesuatu yang semu yang akan merusak akhlak dan norma-norma agama. Perlu diketahui pula bahwa Valentine’s Day bukan hanya diingkari oleh pemuka Islam melainkan juga oleh agama lainnya. Sebagaimana berita yang kami peroleh dari internet bahwa hari Valentine juga diingkari di India yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Alasannya, karena hari valentine dapat merusak tatanan nilai dan norma kehidupan bermasyarakat. Kami katakan: “Hanya orang yang tertutup hatinya dan mempertuhankan hawa nafsu saja yang enggan menerima kebenaran.”
Oleh karena itu, kami ingatkan agar kaum muslimin tidak ikut-ikutan merayakan hari Valentine, tidak boleh mengucapkan selamat hari Valentine, juga tidak boleh membantu menyemarakkan acara ini dengan jual beli, mengirim kartu, mencetak, dan mensponsori acara tersebut karena ini termasuk tolong menolong dalam dosa dan kemaksiatan. Ingatlah, Setiap orang haruslah takut pada kemurkaan Allah Ta’ala. Semoga tulisan ini dapat tersebar pada kaum muslimin yang lainnya yang belum mengetahui. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada kita semua.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shollallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Panggang, Gunung Kidul, 12 Shofar 1430 H
Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id
Selasa, 12 Februari 2013
BERITAHU KAMI DAN KAMI SIAP MEBANTU
BERITAHU KAMI JIKA ADA :
berita pencarian , kehilangan , penemuan atau keritikan tentang Kota Rambipuji silakan tulis di dinding ini dan kami siap membantu mencari dan menerbitkanya asal berita itu benar dan bisa di pertangung jawabkan.
DEMI KEMAJUAN DESA ,KOTA BANGSA DAN NEGARA
kami mohon undang temen , saudara kususnya warga Kota Rambipuji untuk menjadikan facebook ini sebagai ajang silatuhrahmi.
ingat Kota Rambipuji ingat Keluarga
HUBUNGI KAMI
klik KOTA RAMBIPUJI
Rabu, 11 Juli 2012
Ketidakjujuran Sekolah dalam PPDB
Dari tahun ke tahun, sistem penerimaan siswa baru (PSB) atau PPDB selalu ada perubahan, namun ada satu yang tidak pernah berubah, yakni pungutan (tarikan) yang selalu mewarnai setiap proses PPDB, tak terkecuali di sekolah yang berstatus negeri.
Kalau sekolah mau jujur, untuk program wajib belajar (wajar) sembilan tahun (SD-SMP), siswa tidak boleh dibebani dengan biaya apapun, karena itu pemerintah pusat mengucurkan dana bantuan operasional sekolah (BOS), bahkan pemerintah daerah pun juga mengucurkan dana pendamping berupa dana Bosda.
Selain BOS dan Bosda, pemerintah pusat juga masih mengucurkan anggaran dana alokasi khusus (DAK) untuk pembangunan fisik dan APBD yang tak kalah fantastik nominalnya. Namun, kenapa untuk program wajar sembilan tahun ini orang tua masih dibebani dengan berbagai pungutan dengan berbagai macam dalih.
Apalagi, dalam proses PPDB, tidak sedikit orang tua calon siswa yang mengeluhkan tingginya pungutan untuk sumbangan biaya pengembangan pendidikan (SBPP) yang mencapai jutaan rupiah. Padahal, pemerintah sudah jelas-jelas melarang pungutan itu, kecuali sekolah yang berstatus sekolah berstandar internasional atau rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI).
Fakta di lapangan, dari tahun ke tahun pungutan SBPP itu juga semakin tinggi. Bahkan, di sekolah yang jenjangnya paling dasar (SD) juga dipungut biaya ratusan juta rupiah, bahkan ada yang mencapai jutaan rupiah.
Anehnya, pungutan yang ditetapkan itu tidak disertai dengan kuitansi jika wali murid sudah membayar. Ketika ditanyakan kegunaannya dan kenapa tidak mengeluarkan tanda bukti penerimaan, pihak sekolah tidak bisa menjawab secara gamblang, terkesan ada yang disembunyikan.
Ini sebuah bukti awal ketidakjujuran sekolah, bagaimana siswa bisa jujur jika pertama masuk sudah ada ketidakjujuran yang dicontohkan oleh sekolah. Apa salahnya, jika kuitansi itu tetap diberikan pada wali murid dengan nominal sesuai yang dibayarkan.
Tahun ini, sebagian besar sekolah (SD-SMA) pada awal proses PPDB sama sekali tidak membicarakan soal biaya sama sekali, bahkan hingga siswa-siswi baru memasuki masa orientasi sekolah (MOS), juga belum ditentukan biaya pembelian seragam atau SBPP dan SPP.
Panitia PPDB di seluruh sekolah sepakat jika proses PPDB tidak dipungut biaya hingga MOS tuntas. Setelah itu komite sekolah baru mengumpulkan wali murid untuk membicarakan berbagai hal kebutuhan sekolah. Nah, disinilah letak negosiasi antara wali murid dengan komite sekolah untuk menentukan "biaya" PPDB.
Ujung-ujungnya, sama saja dengan tahun-tahun sebelumnya, siswa baru tetap dikenakan pungutan yang komponennya belasan, sehingga nominalnyapun juga jutaan rupiah. Lebih-lebih sekolah yang berstatus RSBI, sedikit lebih besar pungutannya ketimbang sekolah non-RSBI.
Lalu, bagaimana dengan "woro-woro" yang tidak ada pungutan apapun? Lalu bagaimana dengan program wajar sembilan tahun yang harus dituntaskan, kalau untuk mengenyam pendidikan di sekolah negeri saja sudah mahal.
Memang ada pilihan sekolah gratis, namun pertimbangan lokasi dan akses transportasi menjadikan sekolah tersebut jarang dilirik calon siswa baru.
Selain itu, mungkin juga sarana dan prasarana pendukung yang kurang memadai. Ironis memang, sebagian orang berburu sekolah mahal, namun tidak sedikit masyarakat yang tidak mampu menyekolahkan anak-anaknya di sekolah yang berkualitas karena terbentur biaya.
Apakah pemerintah akan terus menerus tutup mata melihat mahalnya biaya pendidikan yang sesungguhnya bisa digratiskan untuk jenjang SD dan SMP negeri, bahkan sekolah yang memungut biaya tinggi pun juga tak ada sanksi, sehingga sekolah dengan leluasa menentukan nominal pungutannya ?. (*)
(endang_mlg@yahoo.com)
Kamis, 31 Mei 2012
10 KEGIATAN PROGAM PKK DI KECAMATAN RAMBIPUJI
MARI SUKSESKAN KEGIATAN
10 PROGAM PKK DI KECAMATAN RAMBIPUJI
10 PROGAM PKK DI KECAMATAN RAMBIPUJI
10 PROGRAM POKOK PKK
1. Penghayatan dan Pengamalan
PANCASILA
Pancasila adalah landasan ideologi negara
Indonesia, dan terdiri dari 5 prinsip yang
tidak terpisahkan, meliputi : Ketuhanan Yang
Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab,
Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin
oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/ Perwakilan, dan Keadilan
Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pancasila
digali dari nilai budaya Indonesia, yang
mencakup kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha
Esa, menghargai dan menjunjung tinggi harkat
dan martabat manusia, lebih mementingkan
kepentingan nasional dari pada kepentingan diri
sendiri atau keluarga. Mengembangkan rasa
kebersamaan, taat pada peraturan dan hukum
yang berlaku, berbudi pekerti luhur serta
berwatak mulia.
2. Gotong Royong
Ini adalah sikap kebersamaan, saling membantu.
Sikap gotong royong sudah ada dalam tradisi,
budaya hidup masyarakat, seperti :
- Arisan, Tengelan, Selapanan, Sambatan,
Patungan, Lebotan, Jimpitan (Jawa Tengah dan
Jawa Timur)
- Resaya, Tabur (Jawa Timur)
- Rereyongan Sarumpi (Jawa Barat)
- Subak, Sekaha (Bali)
- Basuri, Matag, Siru (Nusa Tenggara Barat)
- Arong, Engko, Gemoking (Nusa Tenggara
Timur)
- Sakai-sembahyangan (Lampung)
- Marsi-dapara (Sumatera Utara)
- Pela, Masori (Maluku)
- Mapalus (Sulawesi Utara)
- Puludow, Pongerih (Kalimantan)
3. Pangan
Dalam hal pangan, PKK menggalakkan penyuluhan
untuk pemanfaatan pekarangan, antara lain
dengan menanam tanaman yang bermanfaat,
seperti sayuran, ubi-ubian, buah-buahan dan
bumbu-bumbuan. Bahkan juga dianjurkan
memelihara unggas dan ikan serta cara
pemeliharaannya di lahan pekarangan mereka
sendiri. Hasilnya dimanfaatkan untuk
kepentingan keluarga, dan selebihnya dapat
dijual untuk menambah pendapatan keluarga dan
meningkatkan penganekaragaman pangan lokal.
Pembinaan teknis diadakan dalam kerjasama
dengan dinas pertanian setempat.
4. Sandang
Sebagai salah satu kebutuhan dasar, pakaian
sangat berpengaruh terhadap pembentukan
kepribadian, sikap, perilaku dan kesehatan. Di
berbagai daerah, PKK menggalakkan upaya untuk
dapat memanfaatkan produk bahan dan corak
pakaian setempat, dengan mencintai produksi
dalam negeri.
5. Perumahan dan Tata Laksana Rumah
Tangga
Rumah bukan sekedar tempat untuk berteduh
saja. Rumah adalah tempat dimana keluarga
dapat hidup bersama dan meningkatkan kualitas
hidupnya, dalam lingkungan yang nyaman, damai,
bersih dan apik.
Orang perlu mengetahui bagaimana menata
rumah sehat, menarik dan nyaman. Selain itu,
perlu pula mengetahui bagaimana menjaga
kebersihan rumah dan memanfaatkan
pekarangan.
6. Pendidikan dan Keterampilan
Dalam hal ini PKK memanfaatkan jalur
pendidikan non-formal. Dengan adanya Program
“Wajib Belajar”, maka PKK menganjurkan
keluarga untuk dapat memberikan pendidikan
yang baik bagi putera-puterinya. Anak laki-
laki maupun perempuan, perlu mendapat
kesempatan belajar yang sama. Sebagai mitra
pemerintah, maka dewasa ini PKK juga berperan
dalam melaksanakan program Pendidikan Anak
Usia Dini (PAUD) dan Bina Keluarga Balita (BKB).
Dalam rangka Pemberantasan Buta Aksara, PKK
melaksanakan “Paket A, B dan C”, yang dapat
disejajarkan dengan SD, SMP dan SMU. PKK
percaya bahwa pendidikan adalah proses seumur
hidup. PKK juga melaksanakan program
Keaksaraan Fungsional. Proses belajar program
ini berdasarkan jenis pekerjaan yang dibutuhkan
peserta kursus.
Selesai kursus kelompok belajar diikutkan
dalam kursus keterampilan kerja, dan
selanjutnya kelompok diberi modal usaha. Selain
dari itu, PKK juga menggalakkan pelatihan atau
kursus untuk membuat berbagai kerajinan
tangan, produk-produk makanan dan minuman
yang hasilnya dapat dijual. Ini membantu
meningkatkan pendapatan keluarga.
7. Kesehatan
Kesehatan adalah kebutuhan dasar manusia.
Orang harus belajar bagaimana cara menjaga,
memelihara kesehatan diri, keluarga dan
lingkungannya. Memelihara kesehatan diri
sendiri, keluarga dan lingkungannya sangat erat
kaitannya dengan persoalan kemiskinan dan
ketidak tahuan, serta pendidikan yang rendah.
Setiap orang mempunyai tugas kewajiban dan
bertanggung-jawab untuk memelihara
kesehatan diri sendiri, keluarga dan
lingkungannya. Orang harus tahu dan
mewujudkannya dalam sikap hidup sehari-hari
untuk hidup bersih dan sehat, menjaga
lingkungan yang sehat, baik di dalam, maupun
diluar rumah. Perhatian khusus ditujukan pada
kesehatan ibu dan anak, pasangan usia subur,
ibu hamil dan ibu menyusui. Untuk mendekatkan
sistem pelayanan kesehatan kepada golongan ini,
dibentuk Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU),
dengan kader Posyandu yang terlatih.
Ada 5 Pelayanan Dasar di Posyandu, yaitu :
Imunisasi, Gizi, Keluarga Berencana, Kesehatan
Ibu dan Anak (KIA), dan Penanggulangan Diare.
Secara teratur ibu hamil memeriksakan diri di
Posyandu, dan membawa anak balitanya untuk
pemeriksaan kesehatan (penimbangan anak dan
imunisasi). Penyuluhan tentang kesehatan, gizi
dan keluarga berencana diadakan di Posyandu,
bahkan diadakan pula pemberian maknan
tambahan serta demonstrasi tentang makanan
bergizi.
Kader Posyandu mendapat pelatihan pengetahuan
dan keterampilan dalam bidang kesehatan yang
menjadi program Posyandu. Untuk menjaga
semangat kerja Kader Posyandu, PKK
menyelenggarakan Jambore Nasional Kader
Posyandu yang diadakan sekali dalam lima tahun.
Pengalaman menyatakan bahwa hal ini sangat
membantu dalam upaya memotivasi semangat
kerja kader bahkan juga Tim Penggerak PKK
setempat.
Untuk meningkatkan kepedulian kepada para
lanjut usia (Lansia), diadakan juga Posyandu
Lansia.
8. Pengembangan Kehidupan
Berkoperasi
PKK menganjurkan pembentukan koperasi
sebagai upaya pemberdayaan keluarga dengan
meningkatkan pendapatan. Koperasi juga
merupakan jalur yang baik dalam melatih
mewujudkan prinsip kehidupan demokratis dan
kerjasama antar-manusia. Usaha Peningkatan
Pendapatan Keluarga (UP2K) di beberapa daerah
ditingkatkan menjadi koperasi.
Selain manfaat bagi peningkatan ekonomi
keluarga, koperasi juga dapat menjadi jalur
menciptakan lapangan kerja setempat.
9. Kelestarian Lingkungan Hidup
Program ini sangat membantu dalam menjaga
keseimbangan lingkungan secara ekologis.
Menjaga kelestarian lingkungan menjadi faktor
yang sangat penting dewasa ini. Banyak bencana
alam yang disebabkan karena lingkungan yang
rusak. PKK memberikan penyuluhan sederhana
agar lingkungan tidak dirusak dan mencegah
pencemaran sumber air, antara lain tidak
membuang sampah di sungai atau selokan, serta
melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk
dan penyuluhan – penyuluhan kesehatan
lingkungan.
10. Perencanaan sehat
Perencanaan sehat mencakup antara lain upaya
meningkatkan kemampuan keluarga untuk
mengelola keuangan keluarga secara efektif,
efisien dengan memperhatikan kepentingan masa
depan.
Anjuran untuk meyimpan uang di Bank,
melaksanakan Keluarga Berencana, adalah
anjuran kongkrit yang digalakkan dalam
program ini. Dalam hal keuangan dianjurkan
agar hidup keluarga tidak “besar pasak dari
tiang”.
Mampu untuk membagi waktu dengan baik, yaitu
waktu untuk mengelola rumahtangga, untuk
bekerja, beristirahat, santai bersama keluarga,
membagi pekerjaan dikalangan anggota keluarga
yang didasarkan kemampuan masing-masing.
Semua ini dapat membantu dalam upaya
membangun kehidupan keluarga yang lebih
teratur, terarah, efektif, efisien dan membawa
bahagia bagi setiap anggota.
Pada dasarnya 10 Program Pokok PKK sudah
mencakup upaya memenuhi kebutuhan dasar
manusia, yaitu kebutuhan fisik, mental dan
sosial.
1. Penghayatan dan Pengamalan
PANCASILA
Pancasila adalah landasan ideologi negara
Indonesia, dan terdiri dari 5 prinsip yang
tidak terpisahkan, meliputi : Ketuhanan Yang
Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab,
Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin
oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/
Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pancasila
digali dari nilai budaya Indonesia, yang
mencakup kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha
Esa, menghargai dan menjunjung tinggi harkat
dan martabat manusia, lebih mementingkan
kepentingan nasional dari pada kepentingan diri
sendiri atau keluarga. Mengembangkan rasa
kebersamaan, taat pada peraturan dan hukum
yang berlaku, berbudi pekerti luhur serta
berwatak mulia.
2. Gotong Royong
Ini adalah sikap kebersamaan, saling membantu.
Sikap gotong royong sudah ada dalam tradisi,
budaya hidup masyarakat, seperti :
- Arisan, Tengelan, Selapanan, Sambatan,
Patungan, Lebotan, Jimpitan (Jawa Tengah dan
Jawa Timur)
- Resaya, Tabur (Jawa Timur)
- Rereyongan Sarumpi (Jawa Barat)
- Subak, Sekaha (Bali)
- Basuri, Matag, Siru (Nusa Tenggara Barat)
- Arong, Engko, Gemoking (Nusa Tenggara
Timur)
- Sakai-sembahyangan (Lampung)
- Marsi-dapara (Sumatera Utara)
- Pela, Masori (Maluku)
- Mapalus (Sulawesi Utara)
- Puludow, Pongerih (Kalimantan)
3. Pangan
Dalam hal pangan, PKK menggalakkan penyuluhan
untuk pemanfaatan pekarangan, antara lain
dengan menanam tanaman yang bermanfaat,
seperti sayuran, ubi-ubian, buah-buahan dan
bumbu-bumbuan. Bahkan juga dianjurkan
memelihara unggas dan ikan serta cara
pemeliharaannya di lahan pekarangan mereka
sendiri. Hasilnya dimanfaatkan untuk
kepentingan keluarga, dan selebihnya dapat
dijual untuk menambah pendapatan keluarga dan
meningkatkan penganekaragaman pangan lokal.
Pembinaan teknis diadakan dalam kerjasama
dengan dinas pertanian setempat.
4. Sandang
Sebagai salah satu kebutuhan dasar, pakaian
sangat berpengaruh terhadap pembentukan
kepribadian, sikap, perilaku dan kesehatan. Di
berbagai daerah, PKK menggalakkan upaya untuk
dapat memanfaatkan produk bahan dan corak
pakaian setempat, dengan mencintai produksi
dalam negeri.
5. Perumahan dan Tata Laksana Rumah
Tangga
Rumah bukan sekedar tempat untuk berteduh
saja. Rumah adalah tempat dimana keluarga
dapat hidup bersama dan meningkatkan kualitas
hidupnya, dalam lingkungan yang nyaman, damai,
bersih dan apik.
Orang perlu mengetahui bagaimana menata
rumah sehat, menarik dan nyaman. Selain itu,
perlu pula mengetahui bagaimana menjaga
kebersihan rumah dan memanfaatkan
pekarangan.
6. Pendidikan dan Keterampilan
Dalam hal ini PKK memanfaatkan jalur
pendidikan non-formal. Dengan adanya Program
“Wajib Belajar”, maka PKK menganjurkan
keluarga untuk dapat memberikan pendidikan
yang baik bagi putera-puterinya. Anak laki-
laki maupun perempuan, perlu mendapat
kesempatan belajar yang sama. Sebagai mitra
pemerintah, maka dewasa ini PKK juga berperan
dalam melaksanakan program Pendidikan Anak
Usia Dini (PAUD) dan Bina Keluarga Balita (BKB).
Dalam rangka Pemberantasan Buta Aksara, PKK
melaksanakan “Paket A, B dan C”, yang dapat
disejajarkan dengan SD, SMP dan SMU. PKK
percaya bahwa pendidikan adalah proses seumur
hidup. PKK juga melaksanakan program
Keaksaraan Fungsional. Proses belajar program
ini berdasarkan jenis pekerjaan yang dibutuhkan
peserta kursus.
Selesai kursus kelompok belajar diikutkan
dalam kursus keterampilan kerja, dan
selanjutnya kelompok diberi modal usaha. Selain
dari itu, PKK juga menggalakkan pelatihan atau
kursus untuk membuat berbagai kerajinan
tangan, produk-produk makanan dan minuman
yang hasilnya dapat dijual. Ini membantu
meningkatkan pendapatan keluarga.
7. Kesehatan
Kesehatan adalah kebutuhan dasar manusia.
Orang harus belajar bagaimana cara menjaga,
memelihara kesehatan diri, keluarga dan
lingkungannya. Memelihara kesehatan diri
sendiri, keluarga dan lingkungannya sangat erat
kaitannya dengan persoalan kemiskinan dan
ketidak tahuan, serta pendidikan yang rendah.
Setiap orang mempunyai tugas kewajiban dan
bertanggung-jawab untuk memelihara
kesehatan diri sendiri, keluarga dan
lingkungannya. Orang harus tahu dan
mewujudkannya dalam sikap hidup sehari-hari
untuk hidup bersih dan sehat, menjaga
lingkungan yang sehat, baik di dalam, maupun
diluar rumah. Perhatian khusus ditujukan pada
kesehatan ibu dan anak, pasangan usia subur,
ibu hamil dan ibu menyusui. Untuk mendekatkan
sistem pelayanan kesehatan kepada golongan ini,
dibentuk Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU),
dengan kader Posyandu yang terlatih.
Ada 5 Pelayanan Dasar di Posyandu, yaitu :
Imunisasi, Gizi, Keluarga Berencana, Kesehatan
Ibu dan Anak (KIA), dan Penanggulangan Diare.
Secara teratur ibu hamil memeriksakan diri di
Posyandu, dan membawa anak balitanya untuk
pemeriksaan kesehatan (penimbangan anak dan
imunisasi). Penyuluhan tentang kesehatan, gizi
dan keluarga berencana diadakan di Posyandu,
bahkan diadakan pula pemberian maknan
tambahan serta demonstrasi tentang makanan
bergizi.
Kader Posyandu mendapat pelatihan pengetahuan
dan keterampilan dalam bidang kesehatan yang
menjadi program Posyandu. Untuk menjaga
semangat kerja Kader Posyandu, PKK
menyelenggarakan Jambore Nasional Kader
Posyandu yang diadakan sekali dalam lima tahun.
Pengalaman menyatakan bahwa hal ini sangat
membantu dalam upaya memotivasi semangat
kerja kader bahkan juga Tim Penggerak PKK
setempat.
Untuk meningkatkan kepedulian kepada para
lanjut usia (Lansia), diadakan juga Posyandu
Lansia.
8. Pengembangan Kehidupan
Berkoperasi
PKK menganjurkan pembentukan koperasi
sebagai upaya pemberdayaan keluarga dengan
meningkatkan pendapatan. Koperasi juga
merupakan jalur yang baik dalam melatih
mewujudkan prinsip kehidupan demokratis dan
kerjasama antar-manusia. Usaha Peningkatan
Pendapatan Keluarga (UP2K) di beberapa daerah
ditingkatkan menjadi koperasi.
Selain manfaat bagi peningkatan ekonomi
keluarga, koperasi juga dapat menjadi jalur
menciptakan lapangan kerja setempat.
9. Kelestarian Lingkungan Hidup
Program ini sangat membantu dalam menjaga
keseimbangan lingkungan secara ekologis.
Menjaga kelestarian lingkungan menjadi faktor
yang sangat penting dewasa ini. Banyak bencana
alam yang disebabkan karena lingkungan yang
rusak. PKK memberikan penyuluhan sederhana
agar lingkungan tidak dirusak dan mencegah
pencemaran sumber air, antara lain tidak
membuang sampah di sungai atau selokan, serta
melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk
dan penyuluhan – penyuluhan kesehatan
lingkungan.
10. Perencanaan sehat
Perencanaan sehat mencakup antara lain upaya
meningkatkan kemampuan keluarga untuk
mengelola keuangan keluarga secara efektif,
efisien dengan memperhatikan kepentingan masa
depan.
Anjuran untuk meyimpan uang di Bank,
melaksanakan Keluarga Berencana, adalah
anjuran kongkrit yang digalakkan dalam
program ini. Dalam hal keuangan dianjurkan
agar hidup keluarga tidak “besar pasak dari
tiang”.
Mampu untuk membagi waktu dengan baik, yaitu
waktu untuk mengelola rumahtangga, untuk
bekerja, beristirahat, santai bersama keluarga,
membagi pekerjaan dikalangan anggota keluarga
yang didasarkan kemampuan masing-masing.
Semua ini dapat membantu dalam upaya
membangun kehidupan keluarga yang lebih
teratur, terarah, efektif, efisien dan membawa
bahagia bagi setiap anggota.
Pada dasarnya 10 Program Pokok PKK sudah
mencakup upaya memenuhi kebutuhan dasar
manusia, yaitu kebutuhan fisik, mental dan
sosial.
mari kita wujudkan
RAMBIPUJI JEMBER TERBINA
Kota Rambipuji kelahiranku, Alun Alun Rambipuji tempat aku jualan (mencari nafkah) dan "Cilok Rambipuji itulah namaku (nama jualanku)
Kota Rambipuji kelahiranku, Alun Alun Rambipuji tempat aku jualan (mencari nafkah) dan "Cilok Rambipuji itulah namaku (nama jualanku)
Rabu, 23 Mei 2012
CILOK RAMBIPUJI JEMBER
"Cilok Rambipuji"
masih inggat denggan nasi padang , bakso solo, warung arema , soto madura , dan lain-lainya mereka smua ingin memajukan daerahnya masing-masing seperti halnya denggan " CILOK RAMBIPUJI " yang penting halal !!!
"cilok rambipuji kerasi dari anak rambipuji yang ingin memajukan desa rambipuji ( kota rambipuji , jember jawa timur ) kelahiranya"
cilok adalah sebuah makana (camilan) seperti bakso kegemaran anak-anak , muda & tua .
tentang cilok,anda mungkin tahu dan lebih mengerti dari padaku (orang yang lagi belajar ) tolong kasih tahu dan ajariku ya ???
terimaksi yang tak terhingga atas masukan , saran dan bantuan tmn2/saudara/ibu/bapak,terimaksi untuk semuanya yang telah melungkan waktunya untuk singgah ditempat kami
PENTING : janggan lupa kalau enak bilang ma temen-temenya ya? kalau tidak enak beritahu aku dan kalu tidak keberatan tolong ajariku ... TERIMAKASI
info lebih lanjut sms :
"083847073455" atau "Cilok Rambipuji"
bisa juga ke Agus Suprayitno pemilik "Cilok Rambipuji
masih inggat denggan nasi padang , bakso solo, warung arema , soto madura , dan lain-lainya mereka smua ingin memajukan daerahnya masing-masing seperti halnya denggan " CILOK RAMBIPUJI " yang penting halal !!!
"cilok rambipuji kerasi dari anak rambipuji yang ingin memajukan desa rambipuji ( kota rambipuji , jember jawa timur ) kelahiranya"
cilok adalah sebuah makana (camilan) seperti bakso kegemaran anak-anak , muda & tua .
tentang cilok,anda mungkin tahu dan lebih mengerti dari padaku (orang yang lagi belajar ) tolong kasih tahu dan ajariku ya ???
terimaksi yang tak terhingga atas masukan , saran dan bantuan tmn2/saudara/ibu/bapak,terimaksi untuk semuanya yang telah melungkan waktunya untuk singgah ditempat kami
PENTING : janggan lupa kalau enak bilang ma temen-temenya ya? kalau tidak enak beritahu aku dan kalu tidak keberatan tolong ajariku ... TERIMAKASI
info lebih lanjut sms :
"083847073455" atau "Cilok Rambipuji"
bisa juga ke Agus Suprayitno pemilik "Cilok Rambipuji
Langganan:
Komentar (Atom)





